Refleksi Terbimbing Modul 3.3
Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
1. Apa yang menarik bagi anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid?
Banyak
sekali hal menarik yang saya dapatkan setelah mempelajari pengelolaan program
yang berdampak pada murid. Program ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa
setiap merencanakan sebuah program hendaknya melakukan tahapan identifikasi
terlebih dahulu dan melakukan pemetaan kondisi sekolah berdasarkan pada
kekuatan sumber daya yang ada. Pemetaan ini penting adanya mengingat setiap
sekolah memiliki karakteristik sumber daya yang berbeda-beda sehingga
memunculkan potensi-potensi dan kekuatan yang bersumber pada keanekaragaman
alam dan budaya serta sosial masyarakat.
Aset dan
sumber daya yang ada dimanfaatkan sebagai sebuah program yang direncanakan
sebagai hasil analisis kebutuhan murid sehingga setiap program yang
direncanakan adalah sebuah program sekolah yang berdampak langsung kepada murid
dengan menekankan perubahan sikap dan tingkah laku yang tujuannya mengarah pada
terbentuknya budaya positif dan budi pekerti yang luhur sesuai profil pelajar Pancasila.
Kemudian
sebagai model manajemen perubahan maka digunakanlah BAGJA sebagai model
manajemen yang menggunakan paradigma inkuiri apresiatif. Mengapa digunakan
BAGJA? Karena sebuah perubahan yang
positif dan konstruktif di sebuah sekolah biasanya memakan waktu yang lama dan
bersifat gradual (bertahap). Oleh karena
itu sebagai seorang guru hendaknya selalu menggunakan manajemen yang terukur
untuk mengetahui setiap perubahan yang terjadi agar dapat termonitor segala
kejadian di setiap perencanaan perubahan.
Manajemen
BAGJA atau dikenal pula 5D (Define, discover, dream, design dan deliver) dalam
bahasa sunda “Bagja” artinya bahagia. Maka diharapkan melalui tahapan manajemen
perubahan ini setiap program yang dihasilkan akan menciptakan kebahagiaan pada
murid.
Adapun manajemen
perubahan BAGJA atau 5 D sendiri terdiri atas
berikut :
- Buat pertanyaan/Define (Menentukan arah penelusuran)
- Ambil Pelajaran/Discover (menuntun pengambilan pelajaran)
- Gali Mimpi/ Dream (menyusun narasi keadaan ideal)
- Jabarkan Rencana /Design (mengidentifikasi tindakan yang diperlukan)
- Atur Eksekusi /Deliver (membantu transformasi rencana menjadi aksi nyata)
2. Apa hal-hal baru yang anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid?
Beberapa hal baru yang saya temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid salah satunya adalah strategi MELR (Monitoring, Evaluation, Learning and reporting). Strategi MELR adalah suatu strategi yang digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi program sekolah.
Monitoring
and Evaluation
Monitoring
dan evaluasi adalah suatu aktivitas yang sangat penting untuk mendukung
tercapainya suatu tujuan dari proyek atau program yang dilakukan. Kertsy
Hobson,dkk (2013) dalam bukunya “ A Step by Step Guide to Monitor and
Evaluation” menjelaskan bahwa monitoring adalah proses menghimpun informasi dan
analisis internal dari sebuah proyek atau program. Evaluasi adalah sebuah
penilaian retrospektif secara periodik pada satu proyek atau program yang telah
selesai.
Terdapat 12
prinsip yang menjadi pedoman pada kegiatan ME ini, yaitu : (1) Mengapa perlu
melakukan monitoring dan evaluasi?; (2)Menyetujui prinsip-prinsip yang menjadi
pedoman; (3) Menentukan program atau proyek yang perlu dimonitor; (4)
Menentukan siapa saja yang terlibat; (5) Menentukan topik kunci dan pertanyaan
untuk melaksanakan investigasi; (6) Mengklarifikasi sasaran, tujuan, aktivitas,
dan langkah-langkah perubahan; (7) Mengidentifikasi informasi yang perlu
diketahui; (8) Memutuskan bagaimana informasi diperoleh; (9) Menilai kontribusi/pengaruh yang
diberikan; (10) Menganalisis dan menggunakan informasi; (11) Mmenjelaskan data;
(12) etika dan proteksi data.
Learning
Dr. Roger
Greenway seorang ahli dibidang pelatihan guru serta seorang fasilitator,
merancang kerangka kerja pembelajaran (Learning) melalui empat model tingkatan.
Keempat model tingkatan tersebut adalah : (1) Fact (Fakta atau peristiwa) yaitu
berupa catatan-catatan yang bersifat objektif tentang apa yang terjadi ; (2) Feelings
(Perasaan) yaitu berupa reaksi emosional terhadap situasi yang terjadi; (3) Findings
(temuan) yaitu berupa pembelajaran konkret yang didapat berdasarkan situasi;
(4) Future (Masa depan), yaitu berupa rencana-rencana atau pembelajaran yang
akan dilaksanakan di masa yang akan datang.
Reporting
Reporting
adalah kegiatan yang menyampaikan pesan secara sistematis dan objektif yang
digunakan untuk menyampaikan informasi. Menurut Himstreet, et al. (1983),
laporan adalah pesan yang disampaikan secara sistematis dan objektif yang
digunakan untuk menyampaikan informasi dari satu bagian organisasi kepada
bagian lain atau lembaga lain untuk membantu pengambilan keputusan atau
memecahkan persoalan. Beberapa fungsi laporan adalah sebagai berikut : (1)
Pertanggung jawaban pengawasan; (2) Penyampaian informasi; (3) Bahan
pengambilan keputusan dalam pelaksanaan manajemen; (4) sebagai alat untuk
memperluas ide dan tukar-menukar pengalaman.
Manfaat
lainnya dari proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak
pada murid salah satunya adalah mengetahui bagaimana cara mempertimbangkan
manajemen resiko secara baik.
Tidak dapat
dipungkiri bahwasanya dalam setiap aspek kehidupan manusia terdapat sebuah
resiko. Semua kegiatan pasti mengandung resiko. Keberanian mengambil sebuah
resiko menjadi salah satu komponen pepemimpinan dan kemampuan manajerial
seorang pemimpin pendidikan.
Konsep Manajemen Resiko
Resiko dapat
diartikan sebagai konsekuensi, dampak, bahaya, yang dapat terjadi sebagai
akibat suatu keputusan atau sebuah proses yang sedang berlangsung maupun
kejadian yang akan datang. Resiko dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Manajemen
resiko berkaitan dengan dua aspek resiko positif dan resiko negatif, oleh
karena itu resiko dipertimbangkan dari perspektif keduanya.
Strategi manajemen
resiko menurut Cendrowski and Mair (2009) terdiri dari 3 komponen yaitu
identifkasi resiko, evaluasi resiko dan mitigasi resiko.
Manfaat Manajemen Resiko
Beberapa tipe
resiko di lembaga pendidikan , meliputi ; (1) Resiko Strategis yakni merupakan
resiko yang memungkinkan berpengaruh pada kemampuan organisasi dalam mencapai
tujuan; (2) resiko keuangan yakni resiko yang mungkin berakibat pada
berkurangnya aset dan kemampuan finansial; (3) Resiko Operasional yakni resiko
yang berdampak pada kelangsungan proses manajemen; (4) Resiko pemenuhan reso
yang berdampak pada kemampuan proses dan prosedural internal untuk memenuhi
hukum yang berlaku; (5)Resiko reputasi yakni rtesiko yang berdampak pada
reputasi dan merek lembaga.
Manfaat yang
diperoleh dengan menerapkan manajemen resiko antara lain (Mok et al, 1996)
adalah ;
- Berguna untuk mengambil keputusan dalam menangani masalah yang rumit,
- Memudahkan estimasi biaya
- Memberikan pendapat dan intuisi dalam pembuatan keputusan yang dihasilkan melaluicara yang benar.
- Memungkinkan bagi para pembuat keutusan untuk menghadapi resiko dan ketidak pastian dalam keadaan yang nyata.
- Memungkinkan bagi pembuat keputusan untuk memutuskan berapa banyak informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah
- Meningkatkan pendekatan sistematis dan logika dalam membuat keputusan
- Menyediakan pedoman untuk membantu perumusan keputusan
- Memungkinkan analisa yang cermat dari pilihan-pilihan alternatif.
3. Perubahan apa yang akan anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi tersebut?
Perubahan
yang akan saya lakukan adalah :
- Membuat perencanaan dan program sekolah yang berdampak kepada murid melalui analisis kebutuhan murid dengan mengidentifikasi dan melakukan pmetaan terhadap aset / sumber daya yang terdapat disekolah.
- Memaksimalkan fungsi aset lingkungan dan sumber daya yang ada untuk menigkatkan kualitas proses pembelajaran.
- Menggunakan tahapan BAGJA dan strategi MELR sebagai manajemen perubahan dan untuk mengetahui setiap perubahan yang terjadi agar dapat termonitor dengan baik.
- Mempertimbangkan manajemen resiko melalui tahap mengidentifikasi, perencanaan kegiatan, strategi lapangan, tindakan pencegahan, pengawasan dan evaluasi kegiatan agar setiap program yang di canangkan dapat terkondisi dengan baik.
Semoga Bermanfaat
Terima Kasih, Sampai Jumpa
Salam Guru Penggerak..
Comments
Post a Comment