Refleksi Terbimbing Modul 3.3

Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid



DONI DARMAWAN_CGP ANGKATAN 2 KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

3.3.a.6 Refleksi Terbimbing_Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

1. Apa yang menarik bagi anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid?

    Banyak sekali hal menarik yang saya dapatkan setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid. Program ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa setiap merencanakan sebuah program hendaknya melakukan tahapan identifikasi terlebih dahulu dan melakukan pemetaan kondisi sekolah berdasarkan pada kekuatan sumber daya yang ada. Pemetaan ini penting adanya mengingat setiap sekolah memiliki karakteristik sumber daya yang berbeda-beda sehingga memunculkan potensi-potensi dan kekuatan yang bersumber pada keanekaragaman alam dan budaya serta sosial masyarakat.

    Aset dan sumber daya yang ada dimanfaatkan sebagai sebuah program yang direncanakan sebagai hasil analisis kebutuhan murid sehingga setiap program yang direncanakan adalah sebuah program sekolah yang berdampak langsung kepada murid dengan menekankan perubahan sikap dan tingkah laku yang tujuannya mengarah pada terbentuknya budaya positif dan budi pekerti yang luhur sesuai profil pelajar Pancasila.

          Kemudian sebagai model manajemen perubahan maka digunakanlah BAGJA sebagai model manajemen yang menggunakan paradigma inkuiri apresiatif. Mengapa digunakan BAGJA?  Karena sebuah perubahan yang positif dan konstruktif di sebuah sekolah biasanya memakan waktu yang lama dan bersifat gradual  (bertahap). Oleh karena itu sebagai seorang guru hendaknya selalu menggunakan manajemen yang terukur untuk mengetahui setiap perubahan yang terjadi agar dapat termonitor segala kejadian di setiap perencanaan perubahan.

         Manajemen BAGJA atau dikenal pula 5D (Define, discover, dream, design dan deliver) dalam bahasa sunda “Bagja” artinya bahagia. Maka diharapkan melalui tahapan manajemen perubahan ini setiap program yang dihasilkan akan menciptakan kebahagiaan pada murid.  

Adapun manajemen perubahan BAGJA atau 5 D sendiri terdiri atas  berikut :

  1. Buat pertanyaan/Define  (Menentukan arah penelusuran)
  2. Ambil Pelajaran/Discover (menuntun pengambilan pelajaran)
  3. Gali Mimpi/ Dream (menyusun narasi keadaan ideal)
  4. Jabarkan Rencana /Design (mengidentifikasi tindakan yang diperlukan)
  5. Atur Eksekusi  /Deliver (membantu transformasi rencana menjadi aksi nyata)

2. Apa hal-hal baru yang anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid?

        Beberapa hal baru yang saya temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid salah satunya adalah strategi MELR  (Monitoring, Evaluation, Learning and reporting). Strategi MELR adalah suatu strategi yang digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi program sekolah.

Monitoring and Evaluation

         Monitoring dan evaluasi adalah suatu aktivitas yang sangat penting untuk mendukung tercapainya suatu tujuan dari proyek atau program yang dilakukan. Kertsy Hobson,dkk (2013) dalam bukunya “ A Step by Step Guide to Monitor and Evaluation” menjelaskan bahwa monitoring adalah proses menghimpun informasi dan analisis internal dari sebuah proyek atau program. Evaluasi adalah sebuah penilaian retrospektif secara periodik pada satu proyek atau program yang telah selesai.

        Terdapat 12 prinsip yang menjadi pedoman pada kegiatan ME ini, yaitu : (1) Mengapa perlu melakukan monitoring dan evaluasi?; (2)Menyetujui prinsip-prinsip yang menjadi pedoman; (3) Menentukan program atau proyek yang perlu dimonitor; (4) Menentukan siapa saja yang terlibat; (5) Menentukan topik kunci dan pertanyaan untuk melaksanakan investigasi; (6) Mengklarifikasi sasaran, tujuan, aktivitas, dan langkah-langkah perubahan; (7) Mengidentifikasi informasi yang perlu diketahui; (8) Memutuskan bagaimana informasi diperoleh;  (9) Menilai kontribusi/pengaruh yang diberikan; (10) Menganalisis dan menggunakan informasi; (11) Mmenjelaskan data; (12) etika dan proteksi data.

Learning

    Dr. Roger Greenway seorang ahli dibidang pelatihan guru serta seorang fasilitator, merancang kerangka kerja pembelajaran (Learning) melalui empat model tingkatan. Keempat model tingkatan tersebut adalah : (1) Fact (Fakta atau peristiwa) yaitu berupa catatan-catatan yang bersifat objektif tentang apa yang terjadi ; (2) Feelings (Perasaan) yaitu berupa reaksi emosional terhadap situasi yang terjadi; (3) Findings (temuan) yaitu berupa pembelajaran konkret yang didapat berdasarkan situasi; (4) Future (Masa depan), yaitu berupa rencana-rencana atau pembelajaran yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang.

Reporting

    Reporting adalah kegiatan yang menyampaikan pesan secara sistematis dan objektif yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Menurut Himstreet, et al. (1983), laporan adalah pesan yang disampaikan secara sistematis dan objektif yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari satu bagian organisasi kepada bagian lain atau lembaga lain untuk membantu pengambilan keputusan atau memecahkan persoalan. Beberapa fungsi laporan adalah sebagai berikut : (1) Pertanggung jawaban pengawasan; (2) Penyampaian informasi; (3) Bahan pengambilan keputusan dalam pelaksanaan manajemen; (4) sebagai alat untuk memperluas ide dan tukar-menukar pengalaman. 

    Manfaat lainnya dari proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid salah satunya adalah mengetahui bagaimana cara mempertimbangkan manajemen resiko secara baik.

         Tidak dapat dipungkiri bahwasanya dalam setiap aspek kehidupan manusia terdapat sebuah resiko. Semua kegiatan pasti mengandung resiko. Keberanian mengambil sebuah resiko menjadi salah satu komponen pepemimpinan dan kemampuan manajerial seorang pemimpin pendidikan.

Konsep Manajemen Resiko

    Resiko dapat diartikan sebagai konsekuensi, dampak, bahaya, yang dapat terjadi sebagai akibat suatu keputusan atau sebuah proses yang sedang berlangsung maupun kejadian yang akan datang. Resiko dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Manajemen resiko berkaitan dengan dua aspek resiko positif dan resiko negatif, oleh karena itu resiko dipertimbangkan dari perspektif keduanya.

    Strategi manajemen resiko menurut Cendrowski and Mair (2009) terdiri dari 3 komponen yaitu identifkasi resiko, evaluasi resiko dan mitigasi resiko.

Manfaat Manajemen Resiko

      Beberapa tipe resiko di lembaga pendidikan , meliputi ; (1) Resiko Strategis yakni merupakan resiko yang memungkinkan berpengaruh pada kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan; (2) resiko keuangan yakni resiko yang mungkin berakibat pada berkurangnya aset dan kemampuan finansial; (3) Resiko Operasional yakni resiko yang berdampak pada kelangsungan proses manajemen; (4) Resiko pemenuhan reso yang berdampak pada kemampuan proses dan prosedural internal untuk memenuhi hukum yang berlaku; (5)Resiko reputasi yakni rtesiko yang berdampak pada reputasi dan merek lembaga.

Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan manajemen resiko antara lain (Mok et al, 1996) adalah ;

  1. Berguna untuk mengambil keputusan dalam menangani masalah yang rumit,
  2. Memudahkan estimasi biaya
  3. Memberikan pendapat dan intuisi dalam pembuatan keputusan yang dihasilkan melaluicara yang benar.
  4. Memungkinkan bagi para pembuat keutusan untuk menghadapi resiko dan ketidak pastian dalam keadaan yang nyata.
  5. Memungkinkan bagi pembuat keputusan untuk memutuskan berapa banyak informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah
  6. Meningkatkan pendekatan sistematis dan logika dalam membuat keputusan
  7. Menyediakan pedoman untuk membantu perumusan keputusan
  8. Memungkinkan analisa yang cermat dari pilihan-pilihan alternatif.

3. Perubahan apa yang akan anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi tersebut?

Perubahan yang akan saya lakukan adalah :

  1. Membuat perencanaan dan program sekolah yang berdampak kepada murid melalui analisis kebutuhan murid dengan mengidentifikasi dan melakukan pmetaan terhadap aset / sumber daya yang terdapat disekolah.
  2. Memaksimalkan fungsi aset lingkungan dan sumber daya yang ada untuk menigkatkan kualitas proses pembelajaran.
  3. Menggunakan tahapan BAGJA  dan strategi MELR sebagai manajemen perubahan dan untuk mengetahui setiap perubahan yang terjadi agar dapat termonitor dengan baik.
  4. Mempertimbangkan manajemen resiko melalui tahap mengidentifikasi, perencanaan kegiatan, strategi lapangan, tindakan pencegahan, pengawasan dan evaluasi kegiatan agar setiap program yang di canangkan dapat terkondisi dengan baik. 

Semoga Bermanfaat
Terima Kasih, Sampai Jumpa

Salam Guru Penggerak..

Comments

Popular posts from this blog

Modul 3.3.a.9 KONEKSI ANTAR MATERI

AKSI NYATA 3.2

Koneksi Antar Materi 3.2