Koneksi Antar Materi 3.2

Modul 3.2.a.9 

KONEKSI ANTAR MATERI
 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA 

Oleh : Doni Darmawan 
CGP Angkatan 2 Kab. Lampung Tengah 



Assalamuaikum..! Apakabar rekan guru hebat? berjumpa lagi dengan saya di blog sederhana ini tentang berbagi ilmu dam pengalaman mengenai kegiatan Calon Guru Penggerak pada modul 3.2
kali ini saya akan berbagi materi dan pemahaman mengenai kegiatan koneksi antar materi 3.2.a.9 Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. capcusss.......

Sintesis berbagai materi 

    Sekolah merupakan sebuah ekosistem pendidikan Dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang tertuang ke dalam tujuan pendidikan nasional dan pendidikan di sekolah dasar yaitu, untuk mewujudkan suasana belajar dan proses kegiatan pembelajaran dengan tujuan agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat, dalam berbangsa dan bernegara. 

    Sekolah Dasar merupakan satuan pendidikan yang diatur dan dikelola oleh pemerintah dan selenggarakan secara formal dengan lama pelaksanaan adalah 6 tahun mulai dari jenjang kelas 1 hingga kelas 6. Sebagai sebuah satuan pendidikan maka sekolah terdiri dari berbagai macam komponen yang terdiri dari sumber daya manusia dan juga sumber daya alam / lingkungan yang menunjang kegiatan proses pembelajaran.

    Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa sekolah merupakan sebuah Ekosistem pendidikan yang terdiri dari faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur tak hidup) yang berinteraksi membentuk tahapan perkembangan belajar manusia. Dalam menyelenggarakan suatu proses perkembangan belajar didalam komunitas, maka sekolah dalam hal ini sekolah dasar memerlukan beberapa faktor pendukung yang diantaranya adalah pengelolaan sumber daya. Pengelolaan sumber daya yeng tepat akan sangat membantu proses pembelajaran menjadi lebih berkualitas dan bermakna bagi peserta didik karena proses belajar murid menjadi lebih menyenangkan dan lebih memperhatikan aspek-aspek kebutuhan peserta didik yang nantinya akan membentuk kekuatan dan karakter peserta didik serta lebih berdaya guna. 

Pendekatan berbasis pada kekurangan / masalah (deficit-based thinking) dan pendekatan berbasis aset (asset-based thinking). 

    Pendekatan berbasis aset (asset- based thinking) merupakan sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer. Pendekatan ini menekankan kepada cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan. Hal ini menjadi sebuah kekuatan pada saat melakukan proses berfikir dan menemu kenali kekuatan serta potensi positif yang dimiliki seperti mengorganisasikan kompetensi yang dimiliki, program sekolah yang telah berhasil dikembangkan, merancang rencana pengembangan berdasarkan visi dan misi sekolah dan masih banyak lagi yang lain yang dapat dijadikan kekuatan berfikir. 

Sedangkan berfikir berbasis kekurangan (deficit-Based Thinking) selalu berkutat pada masalah utama yakni fokus terhadap masalah kekurangan sekolah seperti : mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan sekolah, merancang program untuk mengatasi kekurangan sekolah, mengorganisasi kelompok untuk dapat melaksanakan perbikan kekurangan. 

    Sebagai usaha dalam mengatasi kekurangan di sekolah maka Kretsmann dan Mcknight mengatakan bahwa aset yang dimiliki oleh komunitas adalah kunci dari usaha perbaikan kehidupan pada komunitas perkotaan maupun pedesaan. Menurut Green dan Haines (2002) didalam Asset building and community development, terdapat 7 aset yang disebut sebagai modal utama yakni : 

1. Modal Sumber Daya (Manusia) 

Manusia sebagai sumber daya yang berkualitas, investasi pada sumber daya manusia menjadi faktor penting karena berhubungan dengan masalah pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan nilai diri seseorang. Pemetaan modal atau aset individu merupakan kegiatan inventararisasi pengetahuan, intelektual, kecerdasan dan keterampilan sesorang / warga negara dalam sebuah komuniitas. Pengelomokan aset dengan melihat kecakapan seseorang yang berhubungan dengan kemasyarakatan contohnya kecakapan memimpin, kemampuan berkomunikasi dengan orang lain atau kewirausahaan serta kemampuan dalam berhubungan dengan seni dan budaya seperti bermain teater, musik, drama, atau kerajinan tangan. 

2. Modal sosial 

Modal Sosial berisi norma dan aturan yang mengikat warga masyarakat yang ada didalamnya dan mengatur pola perilaku warga, kepercayaan dan jaringan antar unsur didalamnya. Melakukan investasi yang berdampak pada manusia dan kelompok dan organisasi dalam komunitas berdampingan seperti kepemipinan, kerjasama, kepercayaan dan visi yang sama. Melakukan asosiasi, yakni suatu kelompok yang ada didalam komunitas masyarakat yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bekerjasama dengan tujuan sama. Beberapa contoh asosiasi yakni Asosiasi berdasarkan kesamaan hobi, asosiasi kesamaan profesi. 

3. Modal fisik 

Modal fisik terdiri atas dua kelompok utama, yakni: Bangunan, Yakni gedung yang bisa digunakan sebagai kelas, laboratorium, ruang pertemuan atau pelatihan. Infrastruktur, yakni sarana dan prasaran yang mendukung kegiatan seperti sistem air, mesin, jalan, jaringan telekomunikasi dan lain-lain. 

4. Modal Lingkungan /Alam 

Modal lingkungan berupa potensi dan sumber daya yang belum atau dapat diolah dan memiliki nilai ekonomi tinggi dalam pelestarian alam dan kenyamanan hidup manusia. Dapat juga berupa tanah perkebunan, material bangunan, kayu bambu, yang dapat diolah bagi kehidupan manusia. 

5. Modal Finansial 

Modal finansial dapat berupa : dukungan keuangan dari sebuah komunitas yang dapat digunakan membiayai proses pembangunan, aset berupa tabungan, gaji atau lahan pertanian yang bersifat pendapatan serta pengetahuan dalam menjalankan bisnis, investasi atau usaha. 

6. Modal Politik 

Modal politik merupakan keterlibatan aspek sosial dimana semua komponen masyarakat memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin serta berpeluang dalam menyalurkan suara / haknya dalam berpendapat. Juga didalamnya terdapat hubungan antar lembaga pemerintah seperti pelayanan kesehatan, pemerintahan, dan lain-lain. 

7. Modal Agama dan Budaya 

Agama merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar dan berfungsi mengatur perilaku individu dalam hubungannya antar manusia dan dengan Tuhan. Agama menuntut terbentuknya moral sosial yang berimbas pada kehidupan berbudaya manusia. Sebuah kebudayaan biasanya timbul karena keberadaan agama sebagai serangkaian ide dan gagasan, norma, perlakuan serta benda yang merupakan hasil karya manusia didalam sebuah ruang kehidupan. 

Koneksi atau hubungan materi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya dikaitkan dengan materi modul sebelumnya yakni filosofi pemikiran KHD tentang tujuan pendidikan dan pengajaran pada modul 1.1, nilai dan peran gurru penggerak di modul 1.2, menentukan Visi dan Misi sekolah melalui pendekatan inkuiri Apresiatif dalam BAGJA pada modul 1.3 dan budaya positif yang dapat ditumbuh kembangkan di sekolah pada modul 1.4 

Tidak dapat dipungkiri bahwa melalui pembelajaran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya di modul 3.2 ini saya menemukan ilmu dan pengetahuan baru didalam pemanfaatan sumber daya yang ada di sekolah. melalui modul 3.2 ini saya belajar untuk menemukan dan memetakan kekuatan serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk dapat di manfaatkan secara maksimal dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran agar program sekolah yang telah disusun dapat berjalan dengan baik. 

Paradigma berfikir saya selama ini terlalu berfokus pada kekurangan aset di sekolah serta cara pandang negatif yang berakibat pada menurunnya profesionalitas guru. Saya kurang menyadari bahwasannya seorang guru adalah pemimpin pendidikan yang terampil dan cekatan melalui kekuatan daya juangnya melakukan inovasi-inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada demi meningkatkan kualitas pembelajarannya

Dalam hal ini, perlu kiranya kita lebih terpacu mengembangkan proses pembelajaran yang berpihak kepada murid melalui kreatifitas guru agar muncul ide-ide dan semangat baru untuk melakukan perubahan proses pembelajaran di kelas. 

Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan filosofi Ki hadjar Dewantara 

Ki Hadjar dewantara telah memberikan pengetahuan kepada kita bahwasannya pendidikan adalah suatu proses untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. 

Dalam hal ini tentu saja kita sebagai guru adalah penyedia dan pengarah proses pembelajaran yang memberikan dukungan berupa dorongan dan motivasi agar peserta didik dapat memaksimalkan kemampuan intelektual dan sosialnya sesuai dengan bakat dan karakteristiknya agar kemampuan yang dimilikinya dapat menunjang keberhasilan hidupnya kelak. 

Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan nilai dan peran guru penggerak. 

Sebagai seorang guru hendaknya kita dapat menanamkan nilai-nilai luhur budi pekerti dan nilai-nilai postif lainnya didalam diri murid sehingga mereka melalui MERDEKA BELAJAR dan mereka dapat menggunakan modal kemampuan tersebut dalam berinteraksi dan menggapai keberhasilan di masa depan melalui cara-cara yang benar sesuai norma dan adat yang berlaku. 

Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan pembelajaran berdiferensiasi 

Setiap individu berkembang sesuai dengan bakat dan kemampuannya sebagai kodrat dari Tuhan YME yang diberikan kepada manusia sebagai anugerah yang patut di syukuri. 

Berdasarkan pertimbangan inilah maka pengelolaan sumber daya manusia dikembangkan sesuai kebutuhan dan minat individu pada suatu komunitas sehingga tercipta azas kebermanfaatan berdasarkan kebutuhan dan faktor pendukung sumber daya yang ada dengan tantangan yang akan di hadapi di masa depan. 

Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan coaching 

Coaching merupakan adalah salah satu model yang efektif untuk diterapkan dalam bidang pendidikan yang prosesnya berpusat pada peserta didik. Dengan metode ini pendidik dapat mendorong peserta didik untuk menerapkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berfikir kreatif. Karena tugas guru tidak hanya menjalankan kurikulum tetapi juga menghubungkan antara kurikulum dan minat peserta didik karena setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda di tunjang dengan menggunakan fasilitas sumber daya alam yang tersedia. 

 Diharapkan dari teknik coaching ini kita mampu menghasilkan generasi hebat yang mampu menyelesaikan masalahnya sendiri yang berkenaan dengan pengetahuan dan pergaulan sosialnya. 

Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan dilema etika. 

Didalam pengambilan keputusan hendaknya selalu berpedoman pada prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah pengambilan keputusan agar keputusan yang diambil dapat dipertanggung jawabkan melalui serangkaian perhitungan dilema yang akan berimbas kepada keputusan yang tepat dalam menentukan sebuah arah kebijakan. 

Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan inkuiri apresiatif BAGJA 

Diharapkan dengan di pelajarinya pemahaman tentang pemimpin pembelajaran dengan Inkuiri Apresiatif BAGJA adalah terwujudnya sebuah keterampilan kepemimpinan melalui kemampuan memetakan kekuatan menjadi sebuah program baik yang dapat mendukung kualitas proses pembelajaran yang berpihak kepada murid.

Demikianlah tadi kawan-kawan...! beberapa pemahaman materi yang dapat saya bagikan.. 

Salam Guru Penggerak 

Comments

Popular posts from this blog

Modul 3.3.a.9 KONEKSI ANTAR MATERI

AKSI NYATA 3.2