Koneksi Antar Materi 3.2
Modul 3.2.a.9
Oleh : Doni Darmawan
CGP Angkatan 2 Kab. Lampung Tengah
Sekolah Dasar merupakan satuan pendidikan yang diatur dan dikelola oleh pemerintah dan selenggarakan secara formal dengan lama pelaksanaan adalah 6 tahun mulai dari jenjang kelas 1 hingga kelas 6. Sebagai sebuah satuan pendidikan maka sekolah terdiri dari berbagai macam komponen yang terdiri dari sumber daya manusia dan juga sumber daya alam / lingkungan yang menunjang kegiatan proses pembelajaran.
Pendekatan berbasis pada kekurangan / masalah (deficit-based thinking) dan pendekatan berbasis aset (asset-based thinking).
Pendekatan berbasis aset (asset- based thinking) merupakan sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer. Pendekatan ini menekankan kepada cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan. Hal ini menjadi sebuah kekuatan pada saat melakukan proses berfikir dan menemu kenali kekuatan serta potensi positif yang dimiliki seperti mengorganisasikan kompetensi yang dimiliki, program sekolah yang telah berhasil dikembangkan, merancang rencana pengembangan berdasarkan visi dan misi sekolah dan masih banyak lagi yang lain yang dapat dijadikan kekuatan berfikir.
Sedangkan berfikir berbasis kekurangan (deficit-Based Thinking) selalu berkutat pada masalah utama yakni fokus terhadap masalah kekurangan sekolah seperti : mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan sekolah, merancang program untuk mengatasi kekurangan sekolah, mengorganisasi kelompok untuk dapat melaksanakan perbikan kekurangan.
Sebagai usaha dalam mengatasi kekurangan di sekolah maka Kretsmann dan Mcknight mengatakan bahwa aset yang dimiliki oleh komunitas adalah kunci dari usaha perbaikan kehidupan pada komunitas perkotaan maupun pedesaan. Menurut Green dan Haines (2002) didalam Asset building and community development, terdapat 7 aset yang disebut sebagai modal utama yakni :
1. Modal Sumber Daya (Manusia)
2. Modal sosial
3. Modal fisik
4. Modal Lingkungan /Alam
5. Modal Finansial
6. Modal Politik
7. Modal Agama dan Budaya
Koneksi atau hubungan materi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya dikaitkan dengan materi modul sebelumnya yakni filosofi pemikiran KHD tentang tujuan pendidikan dan pengajaran pada modul 1.1, nilai dan peran gurru penggerak di modul 1.2, menentukan Visi dan Misi sekolah melalui pendekatan inkuiri Apresiatif dalam BAGJA pada modul 1.3 dan budaya positif yang dapat ditumbuh kembangkan di sekolah pada modul 1.4
Paradigma berfikir saya selama ini terlalu berfokus pada kekurangan aset di sekolah serta cara pandang negatif yang berakibat pada menurunnya profesionalitas guru. Saya kurang menyadari bahwasannya seorang guru adalah pemimpin pendidikan yang terampil dan cekatan melalui kekuatan daya juangnya melakukan inovasi-inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada demi meningkatkan kualitas pembelajarannya.
Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan filosofi Ki hadjar Dewantara
Dalam hal ini tentu saja kita sebagai guru adalah penyedia dan pengarah proses pembelajaran yang memberikan dukungan berupa dorongan dan motivasi agar peserta didik dapat memaksimalkan kemampuan intelektual dan sosialnya sesuai dengan bakat dan karakteristiknya agar kemampuan yang dimilikinya dapat menunjang keberhasilan hidupnya kelak.
Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan nilai dan peran guru penggerak.
Sebagai seorang guru hendaknya kita dapat menanamkan nilai-nilai luhur budi pekerti dan nilai-nilai postif lainnya didalam diri murid sehingga mereka melalui MERDEKA BELAJAR dan mereka dapat menggunakan modal kemampuan tersebut dalam berinteraksi dan menggapai keberhasilan di masa depan melalui cara-cara yang benar sesuai norma dan adat yang berlaku.
Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan pembelajaran berdiferensiasi
Setiap individu berkembang sesuai dengan bakat dan kemampuannya sebagai kodrat dari Tuhan YME yang diberikan kepada manusia sebagai anugerah yang patut di syukuri.
Berdasarkan pertimbangan inilah maka pengelolaan sumber daya manusia dikembangkan sesuai kebutuhan dan minat individu pada suatu komunitas sehingga tercipta azas kebermanfaatan berdasarkan kebutuhan dan faktor pendukung sumber daya yang ada dengan tantangan yang akan di hadapi di masa depan.
Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan coaching
Coaching merupakan adalah salah satu model yang efektif untuk diterapkan dalam bidang pendidikan yang prosesnya berpusat pada peserta didik. Dengan metode ini pendidik dapat mendorong peserta didik untuk menerapkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berfikir kreatif. Karena tugas guru tidak hanya menjalankan kurikulum tetapi juga menghubungkan antara kurikulum dan minat peserta didik karena setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda di tunjang dengan menggunakan fasilitas sumber daya alam yang tersedia.
Diharapkan dari teknik coaching ini kita mampu menghasilkan generasi hebat yang mampu menyelesaikan masalahnya sendiri yang berkenaan dengan pengetahuan dan pergaulan sosialnya.
Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan dilema etika.
Didalam pengambilan keputusan hendaknya selalu berpedoman pada prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah pengambilan keputusan agar keputusan yang diambil dapat dipertanggung jawabkan melalui serangkaian perhitungan dilema yang akan berimbas kepada keputusan yang tepat dalam menentukan sebuah arah kebijakan.
Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan inkuiri apresiatif BAGJA
Diharapkan dengan di pelajarinya pemahaman tentang pemimpin pembelajaran dengan Inkuiri Apresiatif BAGJA adalah terwujudnya sebuah keterampilan kepemimpinan melalui kemampuan memetakan kekuatan menjadi sebuah program baik yang dapat mendukung kualitas proses pembelajaran yang berpihak kepada murid.
Demikianlah tadi kawan-kawan...! beberapa pemahaman materi yang dapat saya bagikan..
Salam Guru Penggerak
Comments
Post a Comment