Artikel Refleksi Modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
BUDAYA TOLERANSI BERAGAMA TERJADWAL DI SEKOLAH
( SI GAJAH)
(PGP-2-KABUPATEN LAMPUNG TENGAH-DONI
DARMAWAN-AKSI NYATA 3.3)
PERISTIWA (Fact)
1. Latar Belakang
Latar belakang SI GAJAH (Budaya
Toleransi beragama terjadwal di sekolah ) adalah merupakan pengembangan
dari visi sekolah yakni “Mewujudkan sekolah TOTAL
(Toleransi, Optimis, Tertib, Agamis, Lestari Lingkungan ) dalam
membentuk insan yang cerdas cemerlang , berbudi pekerti luhur dan memiliki
profil pelajar Pancasila”.
Visi sekolah TOTAL
merupakan refleksi dari kehidupan warga sekolah karena perbedaan pemahaman dalam
hal Agama dan Budaya. Perbedaan ini perlu di sikapi melalui kegiatan yang
positif sehingga dapat menjembatani perbedaan yang ada. Harapannya, melalui
kegiatan yang membangun pemahaman dan pengetahuan diri tersebut dapat tumbuh karakter TOTAL pada setiap diri peserta
didik.
Dalam kaitannya membentuk
karakter tersebut maka perlunya pembiasaan kegiatan toleransi melalui SI GAJAH
(Budaya Toleransi Beragama terjadwal di Sekolah) sebagai sebuah budaya belajar dalam
membentuk karakter serta pemahaman yang hakiki tentang pentingnya sikap
toleransi dalam sendi kehidupan
bermasyarakat.
2.
Yang dilakukan pada Aksi
Nyata, berikut alasan mengapa melakukan aksi tersebut
Beberapa alasan yang mendasari untuk melakukan kegiatan tersebut adalah dengan dimilikinya 7 modal aset yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta membentuk karakter peserta didik menjadi sebuah program yang berdampak pada murid seperti :
Modal Manusia yang terdiri dari peserta didik, guru dan orang tua / wali murid.Modal Sosial, yaitu dengan adanya peraturan-peraturan sekolah seperti tata tertib sekolah, dan kesepakatan kelas.
- Modal Manusia, yaitu terdiri dari peserta didik, guru dan orang tua/wali murid.
- Modal Sosial, yaitu dengan adanya peraturan-peraturan sekolah yang mengatur perilaku warga sekolah seperti tata tertib, kode etik guru dan kesepakatan kelas.
- Modal Fisik, yaitu berupa gedung sekolah, perpustakaan, ruang UKS, ruang kepala sekolah dan lain-lain.
- Modal Lingkungan, yaitu ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang baik yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar.
- Modal Finansial, yaitu berupa Dana BOS, BOS Buku dan BOS Afirmasi yang dialokasikan untuk menambah koleksi buku-buku dan peralatan di sekolah.
- Modal Politik, yaitu berupa kerjasama dengan pemerintahan dan pihak-pihak yang terkait.
- Modal Agama dan Budaya, yaitu kekuatan yang berasal dari keragaman agama dan budaya warga sekolah sebagai cerminan budaya toleransi dan saling menghargai antar sesama warga sekolah.
3. Hasil dari Aksi Nyata
Implementasi aksi nyata program SI GAJAH adalah menggunakan
fasilitas sekolah dan fasilitas umum yang ada di sekitar sekolah. Kegiatan aksi
nyata ini dilaksanakan melalui koordinasi dengan kepala sekolah dan bekerjasama
dengan rekan sejawat serta warga sekolah.
Kegiatan aksi nyata ini diawali dengan perencanaan dan
penjadwalan kegiatan yang dikooordinsikan sebelumnya dengan teman-teman
sejawat, kepala sekolah dan peserta didik. Selanjutnya hasil dari perencanaan
di jabarkan dalam beberapa program kegiatan SI GAJAH antara lain :
- Kegiatan SALING SANGGA, yakni membersihkan lingkungan sekolah dan
tempat ibadah lintas agama.
- Kegiatan BIAS,
yakni pembiasaan melaksanakan ibadah sesuai agamannya setiap pagi dan siang
hari (Sholat Dhuha dan solat duhur bagi muslim dan sembahyang Tri Sandhya bagi umat
Hindu)
- Kegiatan GATOTKACA,
yakni kegiatan total kelas membaca di perpustakaan secara terjadwal
- Kegiatan CERDAS,
yakni Kegiatan berbagi cerita di depan kelas mengenai hal baik apa yang telah
dilakukan untuk dibagikan kepada teman-temannya.
Hasil implementasi aksi nyata ini telah memberikan kesan
yang mendalam kepada peserta didik karena melalui kegiatan-kegiatan yang
mengaktifkan semangat kebersamaan dan toleransi maka dapat terbentuk sikap
saling menghargai dan menerima perbedaan sehingga terbentuk karakter positif
pada setiap diri peserta didik.
TUJUAN PROGRAM
Membentuk
sikap toleransi dan kepemimpinan peserta didik melalui program / kegiatan yang
berdampak pada murid di sekolah
TOLAK UKUR
Yang
menjadi tolak ukur keberhasilan pada kegiatan ini adalah :
1. Pelaksanaan program SI GAJAH (Budaya Toleransi Beragama
terjadwal di Sekolah) sebagai sebuah implementasi program kegiatan yang
berbasis pada visi dan misi sekolah yang dilaksanakan oleh seluruh warga
sekolah
2. Terbentuknya Tim pelaksana program SI GAJAH yang
diwujudkan dalam Surat Keputusan Kepala Sekolah dengan murid sebagai pelaksana,
Guru sebagai pengarah kegiatan, Kepala sekolah sebagai penanggung jawab dan
Komite Sekolah sebagai pengawas kegiatan.
3. Tersedianya sarana dan prasana penunjang kegiatan SI
GAJAH yang meliputi Mushola, sanggah, perpustakaan dan buku - buku penunjang
kegiatan.
4. Tersedianya kesepakatan antara guru dan murid sebagai
pelaksana kegiatan Program SI GAJAH
5. Program-program SI GAJAH yang terdiri dari kegiatan
SALING SANGGA (membersihkan lingkungan sekolah dan tempat ibadah lintas agama),
BIAS (pembiasaan melaksanakan ibadah sesuai agamannya setiap pagi dan siang
hari), GATOT KACA (Gerakan total kelas membaca), CERDAS (Kegiatan berbagi
cerita di depan kelas) dapat berjalan dengan lancar sesuai jadwal harian yang
telah disepakati, baik durasi maupun waktu pelaksanaannya.
6. Adanya pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap
pelaksanaan kegiatan oleh guru, kepala sekolah dan komite sekolah.
LINIMASA TINDAKAN
Linimasa
tindakan 4D atau BAGJA yang ditempuh adalah:
Buat
pertanyaan utama
Bagaimana
membentuk karakter anak dengan latar belakang perbedaan agama dan budaya
melalui sebuah budaya belajar yang positif pada peserta didik?
Ambil
Pelajaran
Melalui
pembiasaan budaya baik dapat membentuk semangat toleransi serta menumbuhkan
karakter kepemimpinan dan sikap saling menghargai antar sesama peserta didik.
Gali
Mimpi
- Peserta didik yang memiliki semangat toleransi dan jiwa kepemimpinan yang kokoh sehingga menjadi teladan bagi orang lain.
- Setiap warga sekolah memiliki kebiasaan budaya belajar yang dapat mempengaruhi gerak dan tingkah laku serta pemikiran yang positif.
- Guru dalah pelopor dan penuntun kegiatan proses pembelajaran yang berpihak pada kepentingan murid
- Para pemangku kepentingan di sekolah dapat memberikan kepercayaan kepada guru dan murid dalam setiap langkah perubahan dan pengembangan pembelajaran.
- Mootivasi dari orangtua/ wali murid untuk terus mendorong putra-putrinya melakukan hal-hal baik dan berjiwa kepemimpinan di lingkungan rumah ataupun sekolah.
- Terbentuknya sebuah komunitas belajar yang dapat menjadi pendukung kegiatan-kegiatan positif disekolah.
Jabarkan
Rencana
- Program ini akan berjalan dengan baik jika ada keterlibatan semua elemen yang ada disekolah.
- Peserta didik sebagai pelaksana kegiatan memiliki tanggung jawab besar dalam kegiatan untuk mengatur dan melaksanakan kegiatan harian dibantu guru / wali kelas.
- Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh kepala sekolah dan guru /wali kelas serta komite sekolah.
Atur
Eksekusi
- Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah untuk strategi dan pelaksanaan kegiatan.
- Melakukan koordinasi, kerjasama dan kolaborasi dengan rekan guru terkait rencana pelaksanaan program kegiatan.
- Memberikan pembekalan kepada peserta didik terkait program-program yang akan dilaksanakan dalam tahapan program SI GAJAH.
- Menggali minat dan potensi peserta didik dalam memimpin teman sebaya didalam program yang berjalan.
- Melakukan pemetaan kebutuhan peserta didik berdasarkan minat dan bakat yang dimiliki
- Menyampaikan gambaran keberhasilan serta keuntungan yang akan diraih para peserta didik jika program dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
- Menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program.
- Melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan orang tua untuk memberikan dukungan dan motivasi
- Melakukan evaluasi program pada akhir minggu
- Melaporkan hasil pelaksanaan program kepada kepala sekolah dan komite sekolah.
DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN
- Dukungan kepala sekolah terkait izin pelaksanaan dan surat keputusan bagi tim pelaksana program SI GAJAH.
- Dukungan sarana dan prasarana penunjang kegiatan dari pihak sekolah dan pihak-pihak lain.
- Dukungan dari rekan guru sebagai komunitas praktisi dalam perbaikan pelaksanaan program selanjutnya.
- Dukungan orang tua / wali murid dalam memberikan dorongan kepada putra-putrinya agar aktif melaksanakan kegiatan tersebut.
PERASAAN
(Filings)
Perasaan saya saat melaksanakan program yang berdampak
pada murid adalah saya merasa senang dan merasa tertantang karena harus
menghadirkan sebuah program yang berdasarkan pada budaya lokal yang ada
disekolah dan harus berdampak langsung pada diri peserta didik misalnya, rasa
toleransi dan kepedulian, sikap kepemimpinan, kemampuan literasi, rasa keimanan
dan ketaqwaan, kedisiplinan serta aspek lainnya yang nantinya bisa menjadi
bekal peserta didik di kehidupan masa yang akan datang.
Saya merasa terharu dan bangga ketika program ini dapat
berjalan. Saya sadar bahwa berjalannya program ini tidak terlepas dari campur
tangan orang-orang terbaik di sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru,
komite sekolah dan pihak-pihak lainnya terutama peserta didik yang terlihat
antusias melaksanakan program kegiatan dengan sangat baik.
Dengan respon yang positif ini, kedepannya saya berharap
program SI GAJAH ini dapat terus berlanjut dan menjadi sebuah identitas
kehidupan keberagaman di sekolah yang berdampak kepada peserta didik.
PEMBELAJARAN
(Findings)
Pembelajaran yang didapatkan dari pelaksanaan aksi nyata
ini adalah terwujudnya sikap toleransi dan jiwa kepemimpinan pada peserta didik
melalui budaya literasi (GATOT KACA), Budaya Bersih dan tolong menolong (SALING
SANGGA), Karakter religius (BIAS), sikap berani tampil mengekspresikan dirinya
(CERDAS). Pada akhirnya saya sangat berharap bahwa program ini dapat mewujudkan
peserta didik yang beriman, berani, berbakat, religius dan cinta lingkungan
sehingga mampu mewujudkan profil pelajar Pancasila yang menjadi tujuan MERDEKA
BELAJAR.
Dari pelaksanaan aksi nyata ini saya mendapat banyak
sekali pelajaran penting, yaitu bagaimana merubah midset dan cara pandang saya
dalam memetakan aset yang ada disekolah melalui prinsip BAGJA, pengelolaan
manajemen resiko (MELR) hingga menyusun dan mengelola sebuah program yang
berdampak pada murid.
RENCANA
PERBAIKAN KE DEPAN (Future)
Didalam pengelolaan program SI GAJAH ( Budaya toleransi
bergama terjadwal disekolah), saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan
disana-sini terutama dalam fokus membentuk karakter sehingga tujuan untuk dapat
mewujudkan peserta didik yang beriman, berani, berbakat, religius dan cinta
lingkungan belum dapat tercapai sempurna. Saya akan meningkatkan kolaborasi
antara guru dan peserta didik serta orangtua agar ada kesinambungan
pembelajaran di sekolah dan dirumah.
Selain itu perlu sekali pengembangan minat dan bakat anak
pada bidang-bidang tertentu seperti ekstrakurikuler, agar manfaat program yang
berdampak pada murid ini dapat semakin nyata dirasakan oleh peserta didik.
DOKUMENTASI KEGIATAN
Pemaparan Visi dan Misi Sekolah dan sosialisasi program
SI GAJAH
Sambutan Kepala sekolah mengenai program SI GAJAH
Gambar 4
Kesepakatan antara guru dan peserta didik dan disaksikan
komite sekolah
tentang program SI
GAJAH yang akan dilaksanakan
Gambar 5
(Tari Rejang Renteng oleh siswi SDN 4 Mataram Ilir,
sebagai simbol Toleransi agama dan budaya serta peresmian program SI GAJAH)
( Pelaksanaan program Kegiatan SALING SANGGA, yakni membersihkan lingkungan sekolah dan
tempat ibadah lintas agama.)
Pelaksanaan program kegiatan BIAS
(Pembiasan melaksanakan ibadah sesuai agamannya setiap
pagi dan siang hari yakni Sholat Dhuha dan solat Duhur bagi muslim dan sembahyang
Tri Sandhya bagi umat Hindu)
Pelaksanaan program kegiatan CERDAS
( Berbagi cerita di depan kelas mengenai hal-hal baik yang
telah dilakukan setiap hari.)
Gambar 9
Pelaksanaan program kegiatan GATOT KACA
(Gerakan Total Kelas Membaca di perpustakaan secara
bergantian perkelas dilakukan setiap hari.)
Comments
Post a Comment